Ketahanan Pangan Desa Koto Tandun, siapa yang kelola?

Daftar Isi

Mediarohul.com - Ketahanan pangan Desa Koto Tandun sebenarnya sudah tuntas pembahasannya pada tahun 2025 tentang pengelolanya. 

Pada saat itu terpilih secara sah dan demokrasi di MUSDES bahwa ketahanan pangan akan dikelola oleh Karang Taruna.

Namun pada tahun 2026 ini habis masa kepemimpinan Ketua Karang Taruna yang lama dan terpilihlah saudara M. Fadly Amanda sebagai Ketua yang baru.

Pelantikan Ketua Karang Taruna


Maka ketika selesai kolam dan penebaran bibit karang taruna yang baru sudah bekerja gotong royong dalam pembersihannya serta menjaga dan pemberian pakannya dan saat ini lampu penerangan pun sudah terpasang. 

Penebaran bibit lele

Ketua Karang Taruna juga sudah menyiapkan sumber air dari sungai berkat kerja sama dengan PT. SSM. 

Terkait kisruh waktu peliputan pers pada musdes pada tanggal 28 Agustus 2026 di Desa Koto Tandun, Ketua Karang Taruna mengklarifikasi bahwa karang karuna ini bukan baru mengelola Ketahanan Pangan ini, tapi ini hanyalah Estafet dari Karang Taruna yang sebelumnya, pada rapat itu hanya penguatan kesepakatan bagi hasil nantinya.

M. Fadli Amanda juga menyatakan bahwa  jika pun beliau tidak terpilih menjadi ketua karang taruna dan terpilih rivalnya saat itu yaitu saudara Budi Hartono maka secara otomatis karang taruna pimpinan beliau yang mengelola Kolam Ketahanan pangan tersebut dan saudara Fadli legowo dan ikhlas.

Karang Taruna juga meminta dukungan penuh dari Pemerintah Desa agar program ketahanan pangan ini berhasil dan tidak diganggu oleh pihak yang tidak berkepentingan. Karena ketahanan pangan ini merupakan program strategis dari Bapak Presiden RI.

Hingga berita ini diturunkan Kolam lele ketahanan pangan masih berjalan dengan baik atas kerja karang taruna dan dukungan semua pihak.

Penampakan kolam saat malam

Karang Taruna juga menjelaskan bahwa mereka mengelola kolam ketahanan pangan ini untuk membantu menjalankan program pemerintah, karena banyak keluhan dari masyarakat bahwa banyak program pemerintah desa yang belum berjalan efektif seperti Taman RTH Desa, Pembebasan Lahan Koperasi Desa Merah Putih, serta NOP dari PT. Budi Murni yang belum selesai.

Karang Taruna juga berharap agar pengelolaan Kolam ini tidak seperti pengelolaan Kandang Ayam yang dulu tidak jelas hasilnya.

Posting Komentar